Siapa sih yaa yang sebenarnya KURANG AJAR

Akhir liburan kemarin di gorontalo, adalah hari-hari yang membuat saya stress, akan meninggalkan anak-anak lagi?.. Apa lagi di saat hari terakhir, papa mereka udah menunggu anak-anak pulang bersamanya. Dalam hati, kenapa saya tidak berani membawa anak-anak saja, kenapa saya terlalu berfikir, takut anak-anak akan lebih menderita bersama saya, takut kebutuhan mereka lebih banyak tidak terpenuhi jika mereka bersama saya. Dua sisi hati yang selalu berkecamuk dalam diri ini, itu yang menyebabkan hari-hari terakhir liburan saya uring-uringan sampai terlalu emosional.

Akhirnya kata-kata ortu yang menyuruh saya untuk fokus kuliah terlebih dahulu membuat saya merelakan kalian di gorontalo saja bersama bapak kalian.

Malam itu karena dipaksa sama si dd, entah sudah berapa kali dia menyuruh saya ikut, “mama ayoo mo jalan-jalan” ini bujukan papanya untuk mengajak dia pulang ke rumah, mo jalan-jalan dlu. melihat usaha si dd yang pake ngambek-ngambek segala dan tatapan mata papa saya, akhirnya saya pun ikut mereka jalan-jalan ke Mall, trus lanjut ke rumah mereka. Lanjut ke rumah mereka itu pun terpaksa karena di jalan pulang saat mo turun sendiri, alasan pengen ke toilet ga dikasih ma anak-anak, kk dan dd malah ikut turun saat berhenti di ATM, di room ATM dd natap heran, katanya mama mo beolnya dimana, hmmm…ya ampunnn, kritis juga anak mama..

sesampainya di rumah mereka di Citra Garden, kk sudah tertidur, dd aja yang masih main bersama saya, dikasih tidur mintanya tidur bersama saya, saat ke toiletpun dd ikut, takut ditinggal. Saat di toilet di rumah itu, saya mendengar ada suara sahut-sahutan di ruang tengah, suara perempuan yang sedang mencaci saya. saya pun ke luar diikuti si dd, saya bilang “siapa yang sedang memarahi saya, saya ke sini karena di paksa sama anak2, kalau bukan anak-anak ada di rumah ini ga bakalan saya ke sini”. si tante itu pun keluar dengan suara kasarnya,

“kamu yaa, ngata2in saudara saya homo di depan saya, kamu sudah menfitnah saudara saya, ngapain kamu ke rumah ini, ga ada gunanya berjjilbab tapi kelakuan busuk” katanya keras kesaya

saya jawab aja, ‘memang benar kok dia homo, dia aja yang tidak bilang sama kamu’ trus ke bapaknya anak2 “kamu tidak bilang apa ke dia perilaku kamu, memang kamu homo kok”. Mendengar itu bapaknya anak-anak mau menampar saya tapi tangannya hanya melayang saja. Melihat dia yang tidak mau mengatakan sebenarnya saat itu, dan mendengar dd yang sudah memanggil-manggil “mama” saya pun menggendongnya keluar dari rumah itu, ucapan bapaknya yang menyuruh meninggalkan dd di rumah, “biarkan dia menangis, nanti diam sendiri” tidak saya hiraukan.

Hati saya kembali menangis, Dia pelaku kejahatan ini tidak prnah mau mengakui kesalahannya. Kenapa mereka seperti itu, membela saudaranya yang saya sudah terbukti salah, malah berusaha menyalahkan saya. si dd saya gendong pulang ke ayula, dia hanya berkata mama torang mo pulang di rumah oma lalu diam menatap saya😥 sesampainya di Ayula tangis saya tidak tertahan lagi. Papa dan mama saya ikut juga menangis mendengar apa yang saya alami di rumah citra garden. Saat itu membuat hati saya mantab untuk membawa dd ikut ke Makassar. Tiket berangkat besok harinya di batalkan karena sudah ga bisa dapat seat untuk si dd ikut, kami pulang ke Makassar senin subuh.

Mereka telah mengibarkan perang lagi, saya adalah saya yang yang sekarang, yang tidak akan tinggal diam seperti dulu, 2 hari kemudian saya pajang status di FB tentang kelakuan saudara perempuannya itu. Saya akan mempublikasikan semuanya, malu lho semua oang tau masalah kalian, bahh.. sudah cukup saya menutupinya, saya sudah nekad, hidup sudah dihancurkan maka hancurlah jika mau hancur, frontal dan blak-blakan, saya siap menghadapi segala resikonya, tuh hidup sudah dihancurkan.

ini sreenshoot stutus FB saya setelah si tante itu ngata2in sya, kisahnya di https://www.facebook.com/iconbundanyafarhan/posts/10203680150826682?pnref=story

status FBku

Sya tidak akan berperang di real, anak-anak terlalu dekat dengan saya untuk melihat terlalu jauh adu fisik hal sepatutnya mereka tidak lihat, saya pun diam di saat ada yang lapor ada yang ngatain kamu seperti ini, bla..bla..bla. tapi saya akan lebih parah, sosmed, kalian yang memulai maka rasakan apa yang saya lakukan. saya akan nenanggapi kalian secara online dan terpublish. Malu? ga ada sekarang, toh yang saya ceritakan benar semua kok!

Setelah saya pasang status, besoknya status saudaranya yang satunya seperti ini

status FB Mirna

Kata-katanya malah lebih kemana-mana. meraka tidak sadar apa, semakin mereka menyalahkan saya, akan semakin orang tau masalahnya.

Saya akan mengulas statusnya ini perkalimat, Pertama soal kalimat ttg saya memang pantas dicaci…. sok suci. OK, silahkan kalian mencaci saya, toh kalian tidak tau masalahnya, benar kata teman saya yang mengomentasi status FB saya, ‘semua orang di luar masalah kelihatan lebih biijak atau sok tau’ hmm.. yoii

Kalimat kedua ttg saya berjilbab cuma kedok, tuk nutupin kebusukan.. JIlbab adalah tanggung jawab saya kepada Tuhan, Kalian suci kahhhh??? soal  Busuk?? bagaimana dengan dia penyebab semua ini, apa kalian hanya bisa mencium busuknya orang lain sedang busuknya sodara kmu kalian acuhkan?!! Halahhh sya akui deh dia terlalu pandai memakai parfum yang sangat wangi hingga hidung siapun seolah2 tak berfungsi lagi mencium bau busuknya.

Kalimat ketiga tentang saya sendiri yang bikin ulah, berselingkuh di hotel dan jelas ada buktinya di HP. kamu tuh kalau melempar kesalahan mikir donk. Itu yang di hotel teman saya. Saat pisah rumah, ada teman dari Makassar mendarat mampir di Gorontalo mau ke manado urusan bisnis, sebagai teman dia satu2nya di gorontalo wajar saya mengiyakan utk ketemu, di HP itu hanya sms itu janjian mmo ketemuan, dia mau prospekan bisnis di gorontalo sebelum ke manado, saya malah kasih brosur ttg bisnisnya itu ke kamu to waktu tengok anak-anak, saya cerita ke kamu kalau ada teman yang nawarin bisnis investasi. kamu itu yaaa!! membiarkan saudara2 kamu mengolahnya menjadi ‘selingkuh’, selingkuh gimana, ketemuannya cuma di lobby hotel, salaman tangan aj, jalannya pergi bertiga ada temannya. Adakah di sms itu yang saling kagum alat vital seperti pesan2 yang sering saya temukan di HP kamu?!

Kalimat keempat tentang Belum puas diturunin dari jabatan’y..itu semua ulah kamu sendiri.. Masya Allah, begonya ni orang, Makanya belajar jangan cuma nggosip aja, beda kali diturunin jabatan dengan berhenti dari jabatan. Dia mang nginfonya gmn sih tante? wong dulu tu saya sms dia, sya akan berhenti dari jabatan yang dia usahakan karena dekat dengan pejabat (suatu jabatan yang saya tidak mau mendudukinya, cuma dia aj yang kebelet pengen saya punya jabatan), tau ga sih tunjangan fungsional saya lebih tinggi dari tunjangan struktural itu, cuma karena dlu saya berstatus istrinya, iya2 aja, silahkan maunya gmn, mau fungsional kek, mau struktural kek, semua ada kelebihan dan kekurangannya dan toh saya bekerja dengan prinsip saya. Daaannnn, back to kaliamat lo yaa, saya tuh berhenti dari jabatan cuy yang benar bukan diberhentikan!, saya bebas jabatan karena saya sekarang ini sedang Tugas belajar alias tubel, ngerti ga siiieh, orang yang sedang tubel ga bisa pegang jabatan, sok teu…sok teuu.. belajar dulu sono di laut :p

Kalimat kelima tentang asal tau klo sodara beri bantuan ke keluarga apalagi ke ortu WAJAR. lha siapa yang nyinggung2 soal bantuan ke ortu lu?!. Salah nangkap ni orang, yang di lepas kucing, yang ditangkap anjing, yakz… saya selama nikah ma dia ga pernah nahan2 uang dia mo kemana, malah saya yang sering ngingatin untuk bantu2 mami kalian, gajinya full dia yang pegang, ga ada saya nuntut2 harta ke dia, tanya tante Mey kalian yang suka datang ke rumah, siapa yang sering ngasih dia uang kalau mampir di rumah citra garden. Hati2!! Kata-katamu itu sudah akan sangat membuat malu keluargamu loh, saya selama bersama dia, minta uang tuh hanya untuk kebutuhan anak-anak dan kebutuhan dapur, malah jika masih kurang sering saya pakai uang saya sendiri. kebutuhan saya pribadi saya penuhi dari keuntungan usaha jualan online dan bisnis Oriflame saya!! Silahkan dia mo ngasih berapa ke mami, ke ponakannya, ke sodaranya  yang suka teriak-teriak itu, transfer seberapa dia mau kalau ada ponakannya di jawa yang ultah, sya ga prnah melarang itu, thts the true tente!!

Dan kalimat lo, Allah Memang Maha Tau, syukur deh, Otak lu masih ada yg berfungsi nyebut nama Allah…

Yang terakhir tentang kalimat ttg kalo saya plorotin harta. Whaaatttt???! plorotin harta?! harta yang mana? lo lihat ga???? saya turun dari rumah itu ga ada sepersen pun uang saya ambil. Pernah waktu jalan sama anak2 saya malah mau dikasih uang waktu itu saya tolak. Saya menggugat cerai dia, tidak ada harta  se sen pun yang sya tuntut!!, klo sifat kamu yang suka minta2 atau plorotin duit suami lo yaa jangan samain dengan aku donk, bukannya sombong tapi saya punya penghasilan sendiri yang bisa penuhin kebutuhan pribadi dan anak-anak saya cess!!

OK kalau kita hitung2an kasar dan diakhir cerita aja, Saya prnh suruh dia transfer 10jt, asal lo tau yaa, uang saya di dia 30jt lho dipake DP mobil yang atas nama dia, yang dia pake sampai saat ini, alasan ga pake atas nama saya karena ribet ngurus sana sini nanti, (aih… teman kntorku bilang bodohnya ni icha deh, dia aj suami beli mobil uang sendiri  tapi atas nama dia pdahal dia ga bisa bawa mobil, alasan sayawaktu itu saya  kan mengalah terhadap kemauan suami), semuanya atas nama dia, dan pasti karena dia sudah menduga suatu saat saya akan tau semua kebusukannya dan pergi meninggalkannya, saya akui kamu pinter dia memprotek semuanya, tapi ga bernilai semua harta itu di mata saya cess! kalau saya cuma mata duitan saya ga akan keluar dari rumah itu, jika saya mata duitan saya akan cuek kamu mau bermain perempuan lain kek, bermain ma laki-laki kek terserah, saya bertahan aja plorotin harta kamu, tapi tidak! saya perempuan yang bukan seperti itu.. so karena kata teman itu juga akhirnya saya menahan motor, walaupun motor itu masih atas nama dia, tak ada yang bisa mengambil motor itu selain anak saya yang sudah punya SIM nanti, toh uang saya masih 20jt jg di dia.

jadiiiiiiii… sebenanrnya Istri siapa sih yang kamu umbar di status itu? kebiasaan kamu kali nih tante yg suka plorotin harta sumi lo, jangan samain saya sama kamu donk, saya sudah bilang saya punya penghasilan sendiri yang cukup memenuhi kebutuhan saya!!

Lebih baik menderita karena miskin euy dari pada menderita makan hati!!

KURANG AJAR??!! siapa??..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: