Akhir Kisah di Tahun 2014

ini bukan sebuah dongeng, ini  adalah kisah nyata tapi banyak orang menganggap kisah ini bagai rangkaian sinetron fiktif, Tak ada maksud untuk meyakinkan orang-orang itu untuk percaya tapi ini adalah kisah hidup saya, kisah yang bakal terekam dalam memori saya yang kian lapuk.

Saat saya menulis ini, tahun 2014 hanya bersisa tiga jam lagi. Ga akan saya review, saat ini adalah tulisan kisah yang ada di penghujung tahun 2014.

Sebenarnya 10 hari dari tanggal 25 sampai dengan tanggal 4 adalah jadwal libur kuliah, tapi karena jurusan saya, AKK ada dosen yang ingin masuk mengajar karena saat jam mereka, mereka ga sempat masuk, maka dengan terpaksa kami merelakan waktu libur untuk diisi dengan kuliah, sebenarnya hanya 2 hari tapi parahnya dosen-dosen itu mengambil waktu di pertengahan liburan, tanggal 29 dan tanggal 30 kemarin, hari ini pun sebenarnya ada dosen yang berencana masuk tapi dicancel lagi, hmmm…enak banget tuh para dosen, ga tau apa kita mahasiswa di unhas ini bukan cuma warga sulawesi selatan saja?!. Bukan cuma itu tugas beliau para dosen ini pun ga tanggung-tanggung rumitnya, menyita waktu  libur, ga mungkin pulang ke daerah tapi sama aj ngerjain tugas kuliah. Jadi pasrahlah libur tahun baru masehinya di daerah orang.

Di luar sudah terdengar ramai suara petasan bersahut-sahutan, pasti di luar sana sudah sangat ramai, gorontalo saja daerah yang masih dibilang sepi pasti saat sambut tahun baru kayak gini sangat ramai apalagi makassar yang sehari-harinya udah sangat ramai, pasti saat seperti ini lebih gila lagi ramainya. Pengen sih merasakan bagaimana makassar di luar sana saat pisah sambut tahun, tapi the real saya hanya ada dalam kamar kost saya. Barusan ibu kost malah nitip rumah, mereka mau ke luar jalan, so jadilah saya penghuni rumah seorang, sepi. Biasanya saya nyalain musik laptop keras-keras tapi malam ini biarlah hanya suara kipas angin yang menemani saya dalam kamar, lagi pula saya penasaran dengan suara-suara petasan di luar sana, dengarkan saja dan semoga rasa penasaran ini bisa terobati.

Then..Kenapa membuka blog ini, kenapa menulis lagi? Karena saya kangen anak-anak, teringat saat seperti ini bersama mereka dulu bermain kembang api, mendengar suara2 kagum mereka saat melihat letusan dan warna kembang api. Yaa Allah.. tadi air mata ini sempat berhenti mengalir, tapi saat menulis baris kalimat ini air mata saya tak bisa terbendung lagi, Pasti mereka sudah dibelikan petasan dan kembang api, ga usah nangis, anak-anak bahagia disana, tidak usah mengganggu perasaan mereka dengan kesedihanmu cha,. Iya, saya hanya kangen sama mereka, maafkan saya..

Tahun 2014 akan berakhir dan tahun 2015 akan siap mengeja hidup kita. Di kamar saya sudah ada dua kalender tahun 2015 terpajang, satunya bonus dari inviz, satunya lagi dari orang yang jalan minta sumbangan. Apakah nanti saya akan meniti sampai di akhir tanggal 2015, let we see, but akan kah saya menggantung harapan lagi? harapan yang mana? hidup sudah hancur seperti ini dan penyakit ini, penyakit ini akan mempercepat keinginanku untuk mengadapMu yaa Rabb..

Pernah ada anak mushola yang mengajak saya untuk ikut kajian setelah sholat dhuhur dan saya menolak, spontan saya berucap kalau saya trauma jadi orang baik-baik, mimik wajahnya yang bingung saya acuhkan dengan langsung keluar meninggalkan mushola, Bukan hanya anak mushola itu yang pernah mendengar jawaban saya seperti itu, ada beberapa teman yang kaget mendengarnya tapi this me now, saya dah sholat dan itu sudahlah cukup, ga usah berlebih-lebihan kayak dulu, penyesalan semuanya ada dibelakang, dan maafkan sikapku ini Tuhan, jika saya harus diadili atas sikap saya ini maka ada orang yang bertanggung jawab dan harus Engkau adili sebelumnya, karena dia saya seperti ini.

Maafkan saya..

KasihMu sudah terlalu banyak, SayangMu kepada saya sudah cukup berlimpah, mungkin ini adalah tanda Kau teramat sayang kepadaku, terima kasih, buktinya Engkau mengabulkan  doa saya unuk mendapat beasiswa itu, agar kuliah saya lancar tanpa dibebani dengan biaya SPP yang 9 juta per semesternya, padahal awalnya berkas pengajuan beasiswa saya tidak diloloskan, tapi karena saya lulus tes penerimaan mahasiswa pasca unhas saya pun tetap maju pergi sekolah, run away dari masalah yang membuat saya seperti hidup enggan mati belum mau, seperti tubuh yang bergerak tapi tak berjiwa, membuat keluarga besar saya ikut-ikutan stress melihat kondisi saya, Engkau seperti membantu saya untuk terus bertahan menata hidup saya kembali, namun tetap teramat sulit menyatukan pecahan-pecahan kecil hati ini yaa Rabb..

Satu jam sudah saya menulis, Saya seperti punya teman khayalan di kostan ini yang kadang  berkicau baik tapi kadang kicaunya jahat, kali ni katanya “jangan menangis lagi cha, anak-anak bahagia menikmati kembang api, tangismu hanya akan membuat mereka gelisah, sampai kapanpun mereka adalah anak-anak mu, sisa hidupmu demi kebahagiaan anak-anakmu”. iyaa siihh.. Teman khayalan, jadi ingat masa kecil dulu, dulu waktu kecil juga kalau lagi sedih pasti ngobrolnya ma teman khayalan, curhat..

Suara petasan makin sering terdengar, sejam lagi bakal pisah ma 2014 n sambut 2015 masehi..

Anak-anak mungkin dah pada tidur, sweet dream yaa kalian berdua, kalian akan baik-baik saja, dalam doa mama slalu ada kalian, miss u both..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: