Malam Takbiran

Puasa kali ini mmg sangat berbeda dengan puasa tahun-tahun kemarin. Di bulan puasa ini tangisku lebih banyak dari puasa tahun kemarin. Nasibku yang seperti ini yang tak pernah dimimpiin skalipun, iman yang seakan goyah karena tak mampu menghadapi cobaan ini hingga kadang membuatku putus asa dan menganggap Tuhan tak adil, smuanya membuat tangisku lebih banyak pecah di bulan ini walau semakin aku tahan, semakin pula trlihat kesedihan2 itu.

Terlebih saat malam takbiran, saya harus memaksakan diri ini untuk mengikhlaskan si dd diajak bapaknya. Sangat membuat saya terpukul apa lagi dd keras tidak mau ikut bapaknya. Memang sudah beberapa hari lalu bapaknya mengatakan untuk mengajak anak2 ke jakarta saat lebaran, kaget mendengarnya tapi saya tetap berusaha tidak memberi komentar apa lagi menyusul dia mengatakan sekaligus mo periksa matanya si kakak, dan jawaban saya akhirnya silahkan saja..
Si dd yang memang benar2 ga mau pisah dari saya, berusaha untuk saya bujuk agar bisa ikut mereka ke jakarta, kasian dia, biar bisa bermain di taman bermain dsana juga, selain itu dia suka banget naik pesawat, teringat waktu ke makassar dulu, anak-anak sangat suka dan gembiranya saat berada dalam pesawat, anak-anak lain pada nangis, mereka malah ketawa dan rebutan berada di dekat jendela pesawat, itu yang membuat saya ingin dd ikut, kalau di rumah dengan saya dd pasti ga akan ke mana-mana, kebanyakan di dalam rumah saja..

Sampai dengan tadi saat bapaknya menjemput dd, dd tidak mau beranjak dari pangkuan mama, sedih melihatnya, tapi pasti nanti dd bakal teringat kata-kata mama kalau dd akan naik pesawat, dd pasti menagihnya seperti kebiasaan dd menagih janji-janji lainnya. Mama sebenarnya ga ingin maksa dd ikut saat itu, tapi kata oma ‘biarkan dd pergi, nanti mereka bakal menuduh kita mempengaruhi dd untuk tidak ikut’, yaa ampun mama ga suka dibilang sperti itu, serba salah tpi akhirnya mama mutusin untuk mengantar dd ke rumah libuo, dan bilang kalau mama mo ikut dd naik pesawat hingga dd tenang.

Sesampainya di rumah libuo mama, kita bermain sebentar, lalu saat giliran mati lampu mama keluar dari rumah pelan-pelan, dari jalan mama dengar dd nyari2 mama sambil nangis, mama pun ikut menangis mendengarnya, tapi mama harus pulang nak, mama yakin dd hanya malam ini sedihnya, besok pasti akan bergembira karena bakal naik pesawat, bakal bermain di taman bermain di sana, Mama tau hobby dd. Di rumah hanya bermain air seadanya, malah menyumbat lubang air kamar mandi dan membuat lantai banjir, dd dan kk pasti akan lebih gembira dibanding bersama mama..

Di sepanjang jalan pulang mama hanya bisa menangis, betapa malangnya nasib kita nak, malam takbiran yang seharusnya malam bahagia karena besok lebaran tpi mama sedih karena tidak bersama anak-anak mama. Kenapa dia lakukan itu, untuk cek kesehatan si kk harus pergi di saat hari lebaran?. Dia hanya berusaha agar dia bisa lebih bersama anak2, apa lagi dd sudah 2 minggu bersama mama, dia tau dd tidak mau bersama dia lagi dan itu membuat dia harus melakukan sesuatu. Menyakiti saya sudah menjadi kebiasaan dia, tak peduli bagaimana hati saya terluka, yang penting dia berada di posisi yang aman..

Maafin mama yaa dek, dd pasti senang besok, tidur yang nyenyak yaa sayang.. Love u both my kids..

Engkau Maha Tau yaa Rabb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: