Teruntuk Anak-anak Mama

Teruntuk kalian anak-anak mama yg sangat mama sayangi dan rindukan.. Mama berusaha memberikan yang terbaik buat kalian tapi mama pun punya kekurangan yang mungkin menjadikan mama belum sempurna menjadi mama yang kalian idam-idamkan, untuk itu maafkan mama yaa sayaanng..

Buat Fahri, mama tidak sempat melihat kamu, melihat wajah kamu yang kata orang-orang kamu sangat tampan, subhanallah nak.. mama pengen banget melihat kamu waktu itu, tapi oma kamu melarang karena kondisi mama yang tidak kuat. Maafkan mama, kamu tidak sempat merasakan pelukan mama, sedih rasanya jika mengingat waktu itu kamu hanya di dekap oleh kain panjang dan tas kain mama, bukan tangan mama karena kamu sebelum mama lahirkan sudah kembali menghadap Allah lebih dulu, dan bidan dengan persetujuan oma langsung membungkus kamu dengan kain itu. Fahri, Allah berkehendak lain nak, Allah lebih menyayangimu dan belum mempercayai mama untuk memelihara kamu, mama sadar itu, dan perlahan-lahan mama mengikhlaskan kepergian kamu yang begitu terlalu cepat, walau kadang mama sangat rindu ingin bertemu dengan kamu, sudah 5 tahun usiamu sejak kamu mama lahirkan, pasti kamu sudah sangat pintar ya sayang. Mama bangga sama kamu, terima kasih meskipun kamu sudah tidak bernyawa saat persalinan tapi kamu keluar dari rahim mama dengan normal. Mama yakin kamu di sana sangat bahagia, bisa melihat mama dan adik-adik kamu disini. Mama sangat yakin kamu menjaga adik-adik kamu dan insya Allah suatu saat kita bisa berkumpul bersama-sama lagi, amien yaa Rab, amiennn..

Buat kakak, kamu tuh penguat mama, disaat kelahiranmu yang dibayang-bayangi oleh rasa ketakutan mama melahirkan kakak kamu dulu, kamu lahir dengan selamat meskipun di detik-detik persalinan mama demam tinggi yang mengharuskan perut mama banyak dipasang alat untuk memantau kondisi kamu di dalam rahim mama, detik-detik yang sangat menegangkan namun alhamdulillah kamu bisa kuat dan lahir dengan suara tangis yang melengking. Sekarang usia kamu sudah 4 tahun lebih, tanggal kelahiran kamu sama dengan kakakmu, 9 januari, beda setahun pas persalinan kalian, itu yang membuat mama yakin dalam diri kamu ada sebagian ruh kakak kamu, dua nyawa ada dalam satu tubuh, itu hanya keyakinan mama dan itu juga yang membuat mama sangat sayang kepadamu nak. Usia kamu masih sangat sangat muda, namun kedewasaanmu sering membuat mama takjub. Mama selalu ingat waktu itu mama nangis, kamu datang ke mama dan langsung memeluk mama sambil tangan kamu ngusap2 punggung mama. Subhanallah nak, kamu lah yang membuat mama bertahan saat itu. Kamu adalah tulang-tulang mama sehingga mama bisa tegak waktu itu. Maafkan mama yang kadang tak sabaran menghadapi kamu, maafkan mama yang kadang marah dengan ulah kamu, maafkan mama kalau mama sempat bersikap keras kepadamu nak, mama ga bermaksud jahat, mama hanya ingin kamu bisa nurutin mama aja, mama minta maaf. Mama tidak akan pernah lupa kalau mama memukul tangan kamu dengan sendok, mama tidak akan pernah lupa memaksa kamu turun dari tempat tidur ade yang sedang tidur, Ya Allah, saya sendiri aj tidak bisa memaafkan sifat keras saya itu, maafkan mama yaa sayang. Mama tidak menyalahkanmu jika kamu sering memarahi adik kamu, memukul adik kamu, karena itu adalah luapan rasa cemburu kamu kepada adik kamu yang mengambil separuh waktu mama yang biasanya full untuk kamu. Maafkan mama yaa sayang, mama tetap menyayangimu slalu..

Dan untuk dede, anak bungsu mama, penghibur mama. Kamu lahir di masa-masa mama yang sedang sangat labil, mungkin itu yang menjadikanmu amat perasa. Sekarang usiamu sudah 2 setengah tahun. Kamu pun terlihat lebih dewasa dari usia kamu. Sudah mulai mengerti dengan sifat kakak kamu, Kamu selalu mengalah mengikuti maunya kakak, walau kadang kamu nangis sendiri dipojokan karena ulah kakak itu. mama tau kamu sangat sayang kakakmu, dan kamu jangan kwatir di dalam sifat keras kakakmu sebenarnya dia juga sangat sayang kepadamu, buktinya kalau dia lama di rumah opa dia kangen banget sama kamu, kangen main bersama kamu. Senang melihat kalian akur bermain bersama, senang melihat kamu nurutin apa kata kakak kamu, dan kadang kamu nolak sampe kakakmu pun terbalik nurutin apa kamu kamu, bangga banget. Maafkan mama jika ASI yang kamu rasakan hanya 4 bulan, sedih mengingat itu tapi kondisi ga bisa dipaksakan, semoga walau hanya 4 bulan merasakan asi namun kamu tetap sehat walafiat. Maafkan mama jg yang tidak bisa full waktu mengurus kamu, karena kakakmu juga masih sangat kecil. Mama berusaha membagi waktu untuk kalian berdua tapi mama ngerti kalian masih terlalu dini untuk bisa paham, semua kesalahan mama nak, maafkan mama..

Mama berharap kalian bisa saling menjaga sampai usia tua kalian ya nak, amieennn,, kalianlah mimpi-mimpi mama yang masih ada. Jangan pernah meragukan kasih sayang mama. Dalam rahim mama sampai saat ini masih terasa kalian pernah tumbuh disana. Jika kita berpisah raga, tapi jiwa mama masih sangat melekat dengan kalian anak-anak mama, dalam setiap doa mama ada kalian. Mama berharap kalian menjadi anak-anak yang sholeh, sehat, pintar dan ceria serta berguna buat semua orang, amiennn yaa Rabb..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: