Curhatku di Bulan Oktober 2011

Suamiku..
Sejak engkau mengaku di malam itu, aku terus dihantui berbagai macam rasa yg slalu membuat dada ini sesak.

Aku brusaha ikhlas karna aku yg memilihmu.. Brusaha mengerti.. tapi Janjimu seolah-olah ngambang seperti awan, yg kadang terlihat kokoh namun kadang terbang berlalu bersama angin, hilang..

Apa lagi yg harus istrimu ini lakukan??

Suamiku..
Seandainya engkau ku tanya..
Apakah engkau tdk marah jika teman hidupmu berjanji kepadamu kemudian mengingkari janjinya?..

Apakah engkau tidak sedih jika engkau hidup dgn seseorg yg tiba2 berubah menjadi sosok asing di depanmu?..

Apakah engkau merasa tidak ditipu jika teman hidupmu bilang mencintaimu tapi secara sembunyi2 dia membohongimu?..

Apa yg kau rasakan suamiku jika engkau berhubungan intim dgn sesorang yg engkau tau dia telah menodai cintamu?..

Yang kau yakin Bukan hanya sekali tapi berkali-kali (Jlh yg sempat kau ketahui dari yg dia sembunyikan)

Suamiku..
Emosiku hanya bisa membuatku diam, karna aku tidak tau apa yg harus aku lakukan, aku sadar ini mungkin sudah takdirku..
aku hanya bisa menuangkan isi hatiku dalam diary elektrik ini (mo nulis di buku, ga tau buku diaryku hilang entah dimana, hmm..)

Kadang jika sepi ga ada krjaan di kantor aku browsing n membaca artikel2 krn ingin mengetahui lbh jauh ttg sisi lain kehidupanmu, tapi bukan berarti istrimu ini mencari-cari kesalahanmu, tidak suamiku..

Aku hanya pengen tau apa sebab dan apa yang ada dalam pikiran kamu dan “mereka”..

Pernah aku membaca satu artikel dan itu sangat membekas dalam ingatanku..

“Alasan mereka menikah”

Ya! Alasan mereka menikahi wanita yg aku baca ada 2 point :
Yg pertama mereka ingin menutupi perilaku tidak lazim mereka, biar orang lain tau mereka normal, namun tetap saja secara sembunyi-sembunyi asik hidup di “dunia lama” mereka

Yg kedua, mereka sadar perilaku mereka salah, bertaubat dan berusaha utk berubah, slalu menjauhi segala sesuatu yg bisa mendekatkan mrk ke “dunia lama” mrk demi wanita yg dengan usaha pula mereka cintai utk membangun sebuah kluarga harmonis..

Suamiku..
Aku senang sekali membaca artikel itu, berarti aku msh bisa mengantung harapan.. slalu berdoa semoga suamiku termasuk seperti yang diuraikan di point dua..

Jadi ku mohon suamiku, jauhilah hal-hal yg bisa membuatmu terperangkap dalam “dunia lama” itu. Apakah istrimu ini kau rasa belum cukup memberikan seorang anak yg begitu lucunya utk mengalihkanmu dari dunia itu??..

Belum cukupkah kesabaranku kau uji??.. Aku lemah suamiku,  istrimu ini takut menghadapi peradilan dunia..

Apakah hanya ajalku yg mampu menghentikan semua ini..

Penyesalan selalu datangnya belakangan suamiku..

Yaa Allah.. Aku takut aku merasa terdjolimi, jgn hukum suamiku hanya karna tulisanku ini, mungkin aku hanya cengeng saja sampai Tangisku tertumpah lagi.. Dadaku begitu sesak dan jariku tak mampu menekan tuts2 BB lagi..

Ttd
Istrimu yg sedang menanti takdir selanjutnya..

 

—————————————————-

 

Dan mungkin takdir kita selanjutnya adalah berpisah seperti sekarang ini.

Jangan menyalahkan aku yang lari dari rumah, aku bukan meninggalkan anak-anak, tapi meninggalkanmu, karena aku sudah tidak sanggup menghadapimu lagi, aku bukan siti hadjar yang sangat bersabar menghadapi kelakuan suaminya, aku hanya wanita biasa yang butuh suami yang bisa memberikan contoh yang baik buat aku dan anak2, bukan malah suami yang tega menghancurkan mimpi-mimpi aku. Jadi silahkan saja kalian menfitnah aku, aku hanya sudah cape melakoni ini semua.

Bagaimana aku bisa mengajak anak-anak bersama aku jika engkau selalu mengancam yang aneh-aneh tentang hidupmu. Tapi sudah lah aku brusaha ikhlas krn aku tau, untuk sementara ini anak-anak lebih baik di rumah sana, karena sekolah mereka lebih dekat dari rumah kamu, aku tidak punya mobil seperti kamu, anak-anak udah terbiasa dengan mobil mereka, dan di rumah oma pun tidak ada AC seperti di rumah kamu, bahkan kamu pun menuduh anak kita sakit, kurus dan hitam karena tinggal di rumah orang tuaku, itu yang membuat aku berfikir akan membiarkan anak-anak dengan kamu, aku akan kuliah saja, tahun ini aku berusaha kuliah yang dari tahun tahun kemarin aku ulur-ulur karena tidak tega meninggalkan anak-anak yg msh kecil, tapi dengan masalah kita ini, dgn anak2 yg tidak diberikan padaku, aku akan kuliah saja, ingin berusaha melepaskan penat dan sakit di hatiku karena ulahmu yang tidak mau berfikir akan menjadi seperti ini nasib kita jika dulu kamu melakukan itu. hmmmm….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: