Pernikahanku di Ujung Tanduk

Sekarang benar-benar musnah sudah harapan yang aku idam-idamkan dalam sebuah keluarga, Harapan akan sebuah keluarga yang penuh kejujuran malah hanya banyak kebohongan yang aku dapatkan. Harapan untuk dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta malah hanya mendapatkan tempat yang jauh dari Ridha Allah Sang pemilik jiwa. Harapan akan kebahagiaan di wajah anak-anak malah sering ketakutan di wajah anak-anak yang kadang aku lihat karena mereka sudah sangat bisa merasakan ketidakharmonisan orang tua mereka.

Pernikahan yang telah kujalani selama 5 tahun ini, benar-benar telah membawaku ke alam yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, Sejak tahun-tahun sebelumnya aku pengen keluar dari lingkaran kebimbangan ini tapi langkah-langkahku seolah terhenti karena ingin mengharapkan ridha Allah dan ingin membahagiakan anak-anak, tapi lama-lama aku tidak bisa menahan hancur dihatiku ini. Hati yang setiap dihancurkan berusaha untuk ditata kembali namum tetap selalu dihancurkan kembali, hati mana yang bisa bertahan?. Memang kesabaran tidak ada batasnya, tapi tak ada manusia yang bisa bertahan terus-terusan tersakiti.

Maafkan Mama nak, mama tidak bisa memberikan keluarga yang utuh dan sempurna untuk kalian, Moga kalian bisa mengerti, 5 tahun adalah bukan waktu yang singkat untuk berusaha memperbaiki kondisi keluarga kita. Mama hanya seorang manusia biasa, bukan malaikat ataupun wanita yang dipilih nabi menjadi istri beliau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: