Asaku diujung tanduk

Dulu..
Sumringahku menyambut masa baruku..
Panjatkan syukur krn langkah hidupku berlanjut..
Kesendirian sirna terganti dgn sejoli Ўg menatap asa..
Detik berganti..
Hari berganti..
Tahun pun berganti..
Tak terbayang aral merintang..
Tak terhitung tetesan keruh yg tertumpah..
Tak terasa berapa kali sukma basah merana..

Kini..
4 tahun terjalin sudah
Kadang putus asa datang memohon,
Raguu, Gelisah, dan Sendu berontak..
Berharap mengusaikan kisah cerita,
Akankah aq mengabulkannya..

Asaku tinggal buah hatiku..
Malaikat-malaikat kecil penghibur laraku..
Celoteh dan kepolosan yg tak ternilai harganya..
Memendam duka membasuh lara..

Mata yg tak sanggup kubuat berair..
Hidung yg tak sanggup kubiarkan menghirup pekatnya derita..
Mulut yg tak sanggup kubiarkan mengaum duka..
Hati yg tak sanggup kubiarkan memendam pilu..

Tak mungkin mereka ku korbankan
Hanya karna kerikil-kerikil salahku..
Asaku tinggal di ujung tanduk
Tapi asa buah hatiku akan terus berlanjut..

Tangisku bukan pilumu
Laraku bukan gundahmu
Kabutku bukan aralmu
Gelisahku bukan deritamu

Asaku memang sudah di ujung tanduk
Benar-benar sudah di ujung tanduk

Tuhan tolong anak-anakku..
Kuatkan mereka, dampingi mereka
Aku hanya tinggal menunggu waktu..

——
Icha
Ditahun keempat
———————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: