Selamat jalan anakku..

Kamis, 11 Januari 09 aku masuk RS Aloe Saboe setelah 2 hari panas tubuhku tak kunjung membaik. Memang sejak akhir desember 08 suhu tubuhku tak menentu, kadang panas tinggi kadang normal namun trasa kyak panas dalam. Sejak tgl 6 januari 09, aku merasa pergerakan janinku sudah mulai mlemah, yg trasa kadang janinku cuma mengeras sampai tulangnya trasa banget di permukaan kulit perutku. Aku hanya bisa pasrah dengan mengkonsumsi obat yg diberikan oleh dokter obginku berupa antibiotik dan vitamin krn dokter tak dapat menjanjikan lagi kesembuhan janinku, dia hanya memberikan obat itu utk mengatasi agar virus tdk menyerang aku jg.
Aku dan suamiku brusaha keras agar janinku bisa slamat, suplement tiens dah dibeli, pengobatan tradisional tlah dijalani dgn harapan ada kemungkinan anak pertama kami terselamatkan, tak lupa jg doa2 yg slalu dipanjatkan oleh suamiku yg belakangan ini smaking khusyuk sholat dan dzikir.
Aku dilarikan ke rumah bersalin RS Aloei Saboe karena kondisiku yg smakin mlemah serta adanya tanda bercak merah yg kluar dari rahimku, perutku mules dan sakit yg kerap muncul tiap beberapa menit. Stelah di USG ternyata janinku sudah meninggal dalam rahimku, sediiih banget, aku tak kuasa mlihat gambar janinku yg tampak di monitor, aku hanya mendengar dokter obginku menerangkan kondisi janinku pada suami dan mamaku, hikz..hikz…
Dokter menyuruhku langsung diopname dan besok tgl 12 Jan 09 pagi rencana dokter akan menyuntikku dengan obat perangsang biar aku cpt mlahirkan. Aku hanya bisa diam sambil mengusap perutku, air mataku tak bsa terbendung lagi..
Malamnya di ruang opname rasa sakit diperutku smakin menjadi, jam 12.30 rasa sakit itu tak tertahankan lg dan ternyata stlah diperiksa aku dah mengalami pembukaan tahap 3, aku terus brusaha mengeras krn aku tidak mau dioperasi, untung mama dan suamiku slalu brada di sampingku memberi dukungan. Jam 01.10 aku dipindahkan ke ruang bersalin, jam dua dini hari ketubanku pecah dan akhirnya jam 02.15 jasad janinku lahir normal sebelum disuntik perangsang. Air mataku mengalir lagi melihat mama dan suamiku yg sepintas tak bsa menyembunyikan kesedihan mereka melihat bayiku, rasa sakit melahirkan tak ku rasa lagi, tak ada suara tangis bayi karena dia tlah pergi, tak ada tangis bahagia yg terdengar, hanya ada tangis tertahan mama dan suamiku. Aku pengen lihat jasad bayiku tapi mama menghalangiku, aku hanya mendengar klau bayiku mirip banget papanya, tak ada beda.
Ya Allah…
Berilah aku dan suamiku kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala ketentuan-MU..
Aku yakin Engkau lebih sayang anakku melebihi rasa kasih sayang kami…
Tempatkan ia di sisi-Mu sampai kami bertemu dia kelak Ya Allah…
Aku percaya skarang anakku sedang bermain di taman syurga ditemani malaikat dan bidadari-Mu….
Semoga kami nanti bisa mendapat kepercayaan-Mu untuk menjaga amanah-Mu yang lahir dari rahimku, amieenn….

NB : Untuk para saudariku yg sedang hamil, jagalah kondisi tubuh dan janin kalian. Sebaik2nya kita menjaga kondisi tubuh kita tetap saja virus / penyakit bisa tiba2 menyerang kita.
Dari berbagai artikel yg ku baca virus rubella, CMV dan HMV yang menyerang janinku besar kemungkinan berasal dari kebiasaanku dan suamiku yg suka jajan seafood di luar, pergi ke pusat keramaian yg kemungkinan besar bisa menularkan virus lewat udara, dan mungkin juga karena suka tidak percaya terhadap kata-kata orang tua yg banyak mengeluarkan hal-hal pamali untuk ibu hamil…
terakhir pesanku, kontrol perkembangan janin ke dokter obgin secara rutin, jika merasa tak enak badan jangan menunggu sampai kondisi memburuk atau jadwal kontrol ke dokter tiba, menyesal pada akhirnya tak ada gunanya, mungkin pengalamanku ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua….

3 Comments (+add yours?)

  1. ekobudiwiyanto
    Mar 10, 2009 @ 05:42:20

    kehilangan adalah suatu hal yg tak mungkin dihindari..tapi yang pasti itu yg terbaik yg diberikan olehNya..bersabar dan tawakal…saya dan istri juga pernah mengalami hal seperti itu…

    salam kenal..

    Reply

    • chamoet
      Mar 10, 2009 @ 07:48:42

      yup, Insya Allah musibah itu yang terbaik bwt kami semua, amien…
      Makasih byk ya Mas. Salam knal balik n salam bwt kluarga🙂

      btw blh cerita ga kejadian istri mas seperti apa?
      coz sampai saat ini saya masih trauma untuk hamil lagi pdhal pengen banget punya anak😦
      sx lg thx banget atas etensinya yaa…

      Reply

  2. ekobudiwiyanto
    Jun 04, 2009 @ 09:52:10

    maaf baru balas sekarang…

    kalo mbak nanya kejadian yg menimpa istri saya, ya mungkin intinya adalah sama, yaitu calon anak saya juga meninggal dalam kandungan istri saya…pada saat itu usia kandungannya masuk bulan ke-3. mungkin istri saya terlalu capek kerja dan akhirnya…keguguran.
    sedih rasanya sedih..tapi bisa apa kita sebagai manusia..terima saja dan syukuri..
    kalo mbak masih trauma yaaa ditunda dulu, jangan dipaksakan. yang pasti teruslah berdoa semoga mendaptka yg terbaik…

    salam kenal dan salam untuk seluruh keluarga
    http://ekobudiwiyanto.wordpress.com/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: