Model Minimalis Berubah ke Retro

Jakarta, RMexpose. Dominasi tren furnitur modern minimalis tersaingi dengan ha­dir­nya beberapa warna baru bergaya masa lalu yaitu retro dan vintage. Tren berkonsep back to sixties dan fifties tersebut masih menjadi favorit tren interior hingga saat ini. Tren retro dan vintage banyak dipilih karena masyarakat In­donesia sudah jenuh dengan gaya minimalis yang cenderung mo­nokromatik. Sehingga menginginkan adanya perubahan de­ngan bentuk dan warna lebih cerah dengan bentuk atau figur yang lebih beragam.

Gaya retro bisa ditampilkan dalam bentuk optik dan organik, serta warna-warni dalam nada terang. Desain retro merupakan gaya yang semua penataannya kembali ke dekorasi tahun 1950 sampai 1960-an. Biasanya warna motif dan retro lebih menawan. Salah satu karakter yang dominan pada paham ini adalah pemakaian material sintetis disertai kombinasi warna-warna yang ceria dan memakai bentuk geometris.

Ciri-ciri furnitur retro lebih banyak menggunakan pilihan warna seperti oranye, pink, kuning apricot, hijau dan biru tosca. Selain itu, permainan bentuk grafis dengan bidang datar juga banyak digunakan sehingga lebih ceria dan tidak flat.

Komposisi warna dan motif ini akan banyak terlihat pada wallpaper, wall to wall carpet, upholstery (bahan pelapis sofa), tirai, serta perlengkapan makan seperti placemate, gelas, cangkir (mug) dan serbet.

Adapun pilihan material yang digunakan juga lebih beragam, mulai dari kayu, stainless steel yang lebih diperkaya dengan warna-warna bronze gold dan silver. Material berkarakter seperti beludru umumnya digunakan sebagai upholstery sofa. Desain ini bersifat lebih cair (organic), daripada daya minimalis yang kaku. Komposisinya lebih harmonis dan tidak asal dibuat.

Desain furnitur di rumah dengan gaya ini tetap memiliki bentuk modern. Hanya saja lebih simpel dengan mengurangi kreativitas, menggunakan kombinasi desain modern mengikuti perkembangan zaman. Bentuk modern terlihat pada pilihan dan penempatan peranti aksesori ruang, seperti lampu, lukisan, vas bunga dan bingkai foto. Penataan desain ini menonjolkan keunikan dan suasana cozy pada interior ruang.

Sementara itu, gaya vintage banyak mengadopsi gaya yang lebih lampau sekitar tahun 1920-an. Dalam penerapannya banyak dipilih dari beberapa periode seperti baroque atau renaissance. Namun untuk elemen pembentuk ruangnya lebih mengarah pada gaya modern vintage yaitu langgam klasik yang disesuaikan dengan gaya terkini.

Sumber : http://2u-sweethome.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: