Three Man in My Life

Wellcome MPASI

Sudah seminggu ini kesibukan bertambah lagi dengan mempersiapkan MPASI my baby Athar. Sudah dari sebulan yang lalu aku mempersiapkan segala keperluan dalam menyongsong perMPASIAN untuk si Athar. Memilih-milih peralatan MPASI yang dulunya dipake buat si kakak Farhan yang masih bagus untuk digunakan lagi (lumayan bisa menghemat dan dialihkan untuk membeli keperluan lainnya). setelah dipilih-pilih ada beberapa yang masih bagus dan sehat dipakai, seperti piring bayi, botol susu, tatakan peralatan makanan bayi, dan kukusan utk mensteril perlengkapan MPASI. Untuk sendok makan bayi, saringan kawat, dan wadah kecil-kecil untuk menyimpan bahan MPASI diganti baru semuanya.

Bahan-bahan awal MPASI yang dipersiapkan  untuk kebutuhan seminggu diantaranya kabocha hijau, pear, melon, dan beras tumbuk. Berdasarkan referensi, untuk melihat tingkat alergi bayi terhadap makanannya maka diterapkan rule alergi 2-4hari, jadi bayi mengkonsumsi makanan yang sama selama 2-4hari. Untuk Athar karena dianya pembosan dan susah dikasih makan maka terpaksa cuma 2 hari saja untuk makanan yang sama. Untuk tahap permulaan ini, MPASInya hanya dibuat puree (dihalusin pakai saringan kawat, tidak disarankan pakai blender).

Bissmillah..

Hari pertama, aku pilih buah pear untuk perkenalannya, maanfaat buah pear untuk melancarkan pencernaan menjadi salah satu alsanan memilih buah ini sebagai MPASI awal babyku. Empat buah pear di kupas, dicuci lalu dipotong-potong, kemudian dikukus , setelah ga terlalu panas pearnya dihalusin pakai saringan kawat. Suapan pertama tentunya aku yang lakuain, bela-belain telat ke kantor agar bisa nyuapin si AThar (hallah….telat hampir tiap hari, ngakunya sekarang ;p). Lucu ngliatnya, entah kegirangan or kaget liat pola si Athar makan, kakinya tetap lompat-lompat biar didudukin rapi, mulutkan kadang ditutup rapat kayak ga mau disuapin, karena waktu berjalan terus dan ga mungkin aku yang terus ngasih makan, terpaksa, suapan keempat dan seterusnya pengasuhlah yang meneruskan dan aku berangkat ke kantor. Hari kedua tetap puree pear, dan alhamdulillah si Athar ga keliatan ada alerginya.

Hari ketiga aku milih Kabocha, buatnya sama kayak buah pear, di puree aja tanpa tambahan lain. setengah kabocha ukuran sedang dikupas, diiris di halusin kemudian dibagi menjadi 3 wadah ( 1 wadah untuk sekali makan dalam sehari). Hari ketiga bapaknya yang nyoba nyuapin, aku ngurus si kakak, berhasil, Athar makannya lahap walaupun memang harus ekstra acting (mainan si kakak semua dipakai biar si dd mau makan). Puree kabocha sampai hari keempat dan alhamdulillah lagi kabochanya lulus seleksi rule alergi.

Hari kelima dikasih puree tepung beras, besoknya ada bintik merah yang ga jelas penyebabnya di empat lokasi, atas mata, di pipi, di pangkal jari telunjuk dan di siku, anehnya semua merah-merah itu berada di badan sebelah kanan bayi, curiganya lebih besar ke karena digigit nyamuk bukan alergi maka diterukanlah puree tepung beras. Hari keenam tetap tepung beras (nekad aja, mau lihat alerginya mpe mana, hmmm plus dah mulai bingung bahan apa lagi yang bakal dipakai), tralaaaaa… ruam merahnya  ga bertambah malah dah mulai memudar ;)

Melon, si Athar ga terlalu suka, akhirnya tadi pagi dikasih lagi puree kabocha, bahan yang paling disuka dari empat bahan MPASI seminggu. Rencana pulang kantor pengen ke Pasar buat nyari pepaya dan kentang :)

Happy Searching for Menu MPASI#semangatin diri sendiri

 

Generik Bukan Obat Murahan!!

Saat membuka email di salah satu yahoogroups yang saya ikuti, ada satu email yang menarik saya untuk lebih menyimak isi emailnya (biasanya cuma lihat subjeknya trus langsung tutup lagi, heheh..) Saking tertariknya maka saya mengcopas isinya (to Bapaknya Gozan misi yaa emailnya dicopas..;) biar lebih banyak lagi yang tau kalau generik bukanlah seperti anggapan sebagian orang yang masih gengsi menggunakan obat generik.

*Obat generik masih di anggap tidak bermutu karena harganya murah.
Padahal isi dan khasiat nya sama dengan obat bermerek.*

Widya bergegas ke apotek di dekat rumahnya di bilangan Daan Mogot,
Jakarta Barat. Ia ingin menebus resep obat untuk mengatasi rasa gatal di kulitnya lantaran alergi. Tak berapa lama, perempuan 20 tahun itu menenteng obat bermerek untuk mengatasi alerginya. Meski harganya relatif lebih tinggi ketimbang obat generik, dia tak terlalu peduli. Apalagi selama ini Widya telanjur tidak percaya kepada obat generik karena menganggap obat yang dikenal murah harganya itu murahan. “Dokter juga kasih resepnya obat bermerek,” ujar Widya kepada Tempo, Sabtu lalu.

Penilaian obat generik sebagai obat murahan pula yang diduga menjadi penyebab gagalnya program obat generik murah dengan Rp 1.000. Program ini diluncurkan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada awal Mei 2007. Ada 20 jenis obat yang diproduksi oleh Indofarma saat itu, seperti Indo Obat Batuk dan Flu; obat flu, batuk berdahak, asma, penurun panas anak, penurun panas, penambah darah, mag, dan sakit kepala, serta Indo Obat Batuk Cair.

Menurut Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang, sebenarnya tidak ada yang membedakan antara obat generik dan obat bermerek dalam hal komposisi obat. Isi dan khasiatnya pun sama. Menurut dia, kecenderungan masyarakat yang enggan m an masyarakat yang enggan memilih obat generik disebabkan oleh pola pikir yang salah.

“Obat generik masih dianggap tidak bermutu karena harganya murah. Padahal harga itu murah karena biaya promosi ditiadakan dan harganya ditentukan oleh pemerintah,” kata Maura saat temu media di Kementerian Kesehatan, Jumat lalu.

Selain pola pikir masyarakat yang keliru, ia menyayangkan ihwal banyaknya tenaga medis yang memberikan resep obat bermerek. Dia berharap, ke depan, hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi. Kepercayaan terhadap obat generik harus ditumbuhkan. Sebab, selain substansinya sama dengan obat bermerek, harga obat generik cukup terjangkau: murah, tapi tidak murahan.

Menurut Maura, penjualan obat generik di Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara lain. Volume penjualan di negeri ini hanya mencapai 38 persen, sedangkan di negara lain bisa mencapai 70-80 persen. Kecilnya volume penjualan obat generik nasional in berimbas pada nilai rupiah penjualan yang hanya me nyumbang 8-10 persen dari penjualan obat nasional. Saat ini belanja obat per tahun secara nasional mencapai Rp 40 triliun.

Direktur Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan Bahdar Johan Hamid mengatakan, jika masyarakat banyak menggunakan obat generik, yang terjadi adalah harga obat semakin terjangkau.”Kalau masyarakat banyak pakai generik, penggunaan obat bermerek kan turun,” kata dia, “Maka, dengan sendirinya biaya obat akan murah. Generik bisa menjadi penyeimbang harga.”

Saat ini, menurut Bahdar, industri farmasi dalam negeri telah memenuhi kebutuhan obat nasional sekitar 90 persen. Namun hampir 95 persen produksi tersebut masih bergantung pada bahan baku obat impor. Kementerian Kesehatan menargetkan ketergantungan bahan baku obat impor ini akan terus menurun da ri tahun ke tahun. Caranya, dengan meningkatkan produksi bahan baku obat dalam negeri.

Sementara itu bahan baku obat produksi dalam negeri saat ini hanya 5 persen. Kementerian Kesehatan menargetkan pada akhir tahun ini produksi bahan baku obat tersebut akan mencapai 15 persen. Jumlah ini diharapkan terus meningkat, yakni pada 2013 mencapai 20 persen, dan pada 2014 menjadi 25 persen. Dalam struktur biaya, persentase bahan baku obat mencapai 35 persen. Sedangkan kemasan mencapai 15 persen dan sisanya untuk ongkos produksi.

Meskipun menargetkan peningkatan produksi bahan baku obat dalam negeri, Maura menegaskan ketergantungan terhadap bahan baku impor akan selalu ada. “Tidak ada satu negara pun yang bisa menyediakan semua kebutuhan bahan baku obatnya sendiri,”kata Maura. AMIRULLAH

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/13/ArticleHtmls/GENERIK-BUKAN-OBAT-MURAHAN-13032012145002.shtml?Mode=1

Generik Bukan Obat Murahan!!

Saat membuka email di salah satu yahoogroups yang saya ikuti, ada satu email yang menarik saya untuk lebih menyimak isi emailnya (biasanya cuma lihat subjeknya trus langsung tutup lagi, heheh..) Saking tertariknya maka saya mengcopas isinya (to Bapaknya Gozan misi yaa emailnya dicopas..;) biar lebih banyak lagi yang tau kalau generik bukanlah seperti anggapan sebagian orang yang masih gengsi menggunakan obat generik.

*Obat generik masih di anggap tidak bermutu karena harganya murah.
Padahal isi dan khasiat nya sama dengan obat bermerek.*

Widya bergegas ke apotek di dekat rumahnya di bilangan Daan Mogot,
Jakarta Barat. Ia ingin menebus resep obat untuk mengatasi rasa gatal di kulitnya lantaran alergi. Tak berapa lama, perempuan 20 tahun itu menenteng obat bermerek untuk mengatasi alerginya. Meski harganya relatif lebih tinggi ketimbang obat generik, dia tak terlalu peduli. Apalagi selama ini Widya telanjur tidak percaya kepada obat generik karena menganggap obat yang dikenal murah harganya itu murahan. “Dokter juga kasih resepnya obat bermerek,” ujar Widya kepada Tempo, Sabtu lalu.

Penilaian obat generik sebagai obat murahan pula yang diduga menjadi penyebab gagalnya program obat generik murah dengan Rp 1.000. Program ini diluncurkan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada awal Mei 2007. Ada 20 jenis obat yang diproduksi oleh Indofarma saat itu, seperti Indo Obat Batuk dan Flu; obat flu, batuk berdahak, asma, penurun panas anak, penurun panas, penambah darah, mag, dan sakit kepala, serta Indo Obat Batuk Cair.

Menurut Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang, sebenarnya tidak ada yang membedakan antara obat generik dan obat bermerek dalam hal komposisi obat. Isi dan khasiatnya pun sama. Menurut dia, kecenderungan masyarakat yang enggan m an masyarakat yang enggan memilih obat generik disebabkan oleh pola pikir yang salah.

“Obat generik masih dianggap tidak bermutu karena harganya murah. Padahal harga itu murah karena biaya promosi ditiadakan dan harganya ditentukan oleh pemerintah,” kata Maura saat temu media di Kementerian Kesehatan, Jumat lalu.

Selain pola pikir masyarakat yang keliru, ia menyayangkan ihwal banyaknya tenaga medis yang memberikan resep obat bermerek. Dia berharap, ke depan, hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi. Kepercayaan terhadap obat generik harus ditumbuhkan. Sebab, selain substansinya sama dengan obat bermerek, harga obat generik cukup terjangkau: murah, tapi tidak murahan.

Menurut Maura, penjualan obat generik di Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara lain. Volume penjualan di negeri ini hanya mencapai 38 persen, sedangkan di negara lain bisa mencapai 70-80 persen. Kecilnya volume penjualan obat generik nasional in berimbas pada nilai rupiah penjualan yang hanya me nyumbang 8-10 persen dari penjualan obat nasional. Saat ini belanja obat per tahun secara nasional mencapai Rp 40 triliun.

Direktur Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan Bahdar Johan Hamid mengatakan, jika masyarakat banyak menggunakan obat generik, yang terjadi adalah harga obat semakin terjangkau.”Kalau masyarakat banyak pakai generik, penggunaan obat bermerek kan turun,” kata dia, “Maka, dengan sendirinya biaya obat akan murah. Generik bisa menjadi penyeimbang harga.”

Saat ini, menurut Bahdar, industri farmasi dalam negeri telah memenuhi kebutuhan obat nasional sekitar 90 persen. Namun hampir 95 persen produksi tersebut masih bergantung pada bahan baku obat impor. Kementerian Kesehatan menargetkan ketergantungan bahan baku obat impor ini akan terus menurun da ri tahun ke tahun. Caranya, dengan meningkatkan produksi bahan baku obat dalam negeri.

Sementara itu bahan baku obat produksi dalam negeri saat ini hanya 5 persen. Kementerian Kesehatan menargetkan pada akhir tahun ini produksi bahan baku obat tersebut akan mencapai 15 persen. Jumlah ini diharapkan terus meningkat, yakni pada 2013 mencapai 20 persen, dan pada 2014 menjadi 25 persen. Dalam struktur biaya, persentase bahan baku obat mencapai 35 persen. Sedangkan kemasan mencapai 15 persen dan sisanya untuk ongkos produksi.

Meskipun menargetkan peningkatan produksi bahan baku obat dalam negeri, Maura menegaskan ketergantungan terhadap bahan baku impor akan selalu ada. “Tidak ada satu negara pun yang bisa menyediakan semua kebutuhan bahan baku obatnya sendiri,”kata Maura. AMIRULLAH

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/13/ArticleHtmls/GENERIK-BUKAN-OBAT-MURAHAN-13032012145002.shtml?Mode=1

Asaku diujung tanduk

Dulu..
Sumringahku menyambut masa baruku..
Panjatkan syukur krn langkah hidupku berlanjut..
Kesendirian sirna terganti dgn sejoli Ўg menatap asa..
Detik berganti..
Hari berganti..
Tahun pun berganti..
Tak terbayang aral merintang..
Tak terhitung tetesan keruh yg tertumpah..
Tak terasa berapa kali sukma basah merana..

Kini..
4 tahun terjalin sudah
Kadang putus asa datang memohon,
Raguu, Gelisah, dan Sendu berontak..
Berharap mengusaikan kisah cerita,
Akankah aq mengabulkannya..

Asaku tinggal buah hatiku..
Malaikat-malaikat kecil penghibur laraku..
Celoteh dan kepolosan yg tak ternilai harganya..
Memendam duka membasuh lara..

Mata yg tak sanggup kubuat berair..
Hidung yg tak sanggup kubiarkan menghirup pekatnya derita..
Mulut yg tak sanggup kubiarkan mengaum duka..
Hati yg tak sanggup kubiarkan memendam pilu..

Tak mungkin mereka ku korbankan
Hanya karna kerikil-kerikil salahku..
Asaku tinggal di ujung tanduk
Tapi asa buah hatiku akan terus berlanjut..

Tangisku bukan pilumu
Laraku bukan gundahmu
Kabutku bukan aralmu
Gelisahku bukan deritamu

Asaku memang sudah di ujung tanduk
Benar-benar sudah di ujung tanduk

Tuhan tolong anak-anakku..
Kuatkan mereka, dampingi mereka
Aku hanya tinggal menunggu waktu..

——
Icha
Ditahun keempat
———————

2012

Tak terasa tahun 2012 telah tiba, banyak hal-hal gaib yang dikaitkan dengan tahun ini, salah satu yang paling santer adalah isu kiamat di tahun 2012. sesuatu yang sangat mengerikan dan sangat menghantui semuanya. Siapa sih yang ga takut datangnya hari penghabisan? apa lagi kalau dirasa dirinya masih banyak bergelimang dosa, wiiiihhhh….Neraka dunk nanti rumahnya…

Aku termasuk orang yang termakan isu ini, berusaha bertobat, berusaha berbuat amal kebaikan namun tetap saja sisi kemanusiaan yg dekat dengan dosa mencari celah untuk  berbuat dosa, masya Allah… Ampuni aku dan kluargaku yaa Rabb, amieennnn…. Hidup dan mati adalah rahasia Sang Pencipta, kiamat pun adalah rahasia besar Ilahi, manusia hanya mampu berprediksi dan meramal.

Jauh membahas kiamat di tahun 2012, kehidupanku kian banyak cobaan dan rintangan meski banyak juga anugrah2 terindah yang diberikan Allah SWT. hidup berumah tanggga, pekerjaan, dan kehidupan sosial yang semakin kompleks dan rumit. Kehidupan keluarga kecilku yang sekarang diwarnai oleh celoteh dua baby munggilku, Farhan (2 Tahun) dan Athar (4 bulan) membuat aku semakin semangat menghadapi hidup. mendengar derai tawa yang pecah dari mulut kecil mereka membuat seolah-olah hidup indah tiada tara, kesempurnaanku ada pada malaikat2 kecilku. Selain itu, pekerjaan yang sekarang tidak terlalu menyita waktu karena aku sudah berada di jabatan striktural yang itu artinya aku sudah mempunyai staf untuk diminta tolong melakukan semua pekerjaan yang ada, namun hal itu menuntut aku untuk lebih bertanggung jawab, bahkan kadang membuat stress tingkat tinggi. Jabatan merupakan cobaan yang hebat juga rupanya..

Seiring dengan berjalannya waktu, aku hanya berharap agar keluargaku utuh, bahagia, dan penuh rahmat Illahi,  tanpa dinodai oleh suatu apapun!

what happen with 2012??

Tak ada yang tau suratan takdir seseorang

berusah dan berdoa dan selanjutnya tawakal…

Kangen ngebLog

Hmmm..dah lama yaa aku ngga nulis disini, kalo ga banyak peringatan via ponsel akan comment yang masuk ntuk diapprove pasti sekarang ini belum berhadapan dengan komputer sambil mencet-mencet tutsnya :)

Kegiatanku belakangan ini cukup padat,  apalagi setelah dibukanya tahun ini aku dilantik menjadi kepala seksi dikantorku,  banyak pro dan kontra yang bikin kepala ini pusing. Dan lagi yang paling membuat aku ga sadar dengan segala rutinitasku adalah ternyata aku hamil, padahal si Farhan baru aja genap setahun, namun jauh dari ketidaksangkaan itu, ribuan bahkan miliaran ucapan syukur aku panjatkan ke hadirat Allah SWT atas anugrah yang tak disangka-sangka ini.

Kegiatan kantor di seksi yang baru tidaklah sesibuk seperti di seksi yang lama, mungkin karena udah jadi kepala seksi yang tinggal nyuruh staf kerja atau mungkin sekali karena di seksi ini jauh dari ilmu ku, jiaaah….jangan dink, semua ilmu kan bisa dipelajari, asal jangan malas aja, hmmm….smangat, yup hanya kata smangat yang terus berkibar :)

Kalau soal urusan rumah tangga, selain sibuk ngurus Farhan yang semakin cerdas, setiap bulan seperti di kehamilan terdahulu aku dan suami rutin cek up kehamilan ketiga ini (jiaaahhh…ingat my baby yg pertama dech, hikz…..moga Fakhri melindungi adik-adiknya dari syurga, amiennnn). Suami pun meski sifat kerasnya masih mendominasi, tapi alhamdulillah pertengkaran-pertengkaran yang selalu muncul masih bisa di atasi, Insya Allah!.

Kesabaran aku sebagai seorang istri selalu saja diuji dan ditempa, aku sebenarnya lemah, bahkan teramat lemah bagai daun kering yang mudah rapuh, aku akan selalu membuktikan bahwa pilihan hidupku ini membuat aku menjadi dewasa, menjadi seorang ibu yang berhasil untuk anak-anaknya!!

Kangen ngBlog ini mungkin akan selalu mengingatkanku akan segala tanggung jawab dan kewajibanku, sesuatu yang patut ditulis adalah sesuatu yang berguna bagi orang lain terlebih bagi diri sendiri!

wekz…nyambung mana tuh ;D

Isi tulisan ini sebenarnya tidak pantas untuk ditulis

Sebuah ketulusan tidak seharusnya terungkap karena keikhlasan yang terdalam itu terwujud apabila semua hal dilakukan sambil tersenyum dan tanpa rasa tertekan…

fyuuuuuhhhhh…sesak bangeeet…

Apa yang kau rasakan bila usahamu tidak diakui.. kau sudah bersusah payah mengerjakan pekerjaanmu tapi tiba-tiba Bosmu dengan sangat entengnya mengatakan ‘Apa sih yang kau kerja selama ini?”. Itu mungkin tidak seberapa teririsnya hatimu dibanding jika suamimu sendiri tidak mengakui apa yang telah kau lakukan…

Bangun lebih awal padahal tidur malam tidak pernah sempurna..

Menyetrika pakaian kerja  sambil membuat sarapan semampunya karna mengejar waktu untuk ke kantor,  itupun kadang terlambat karna si baby menangis masih pengen tidur sambil nenen..

Pulang kantor langsung mengurus dan menemani si baby…

Memasak walau kadang hanya bisa menyediakan santapan sederhana, itupun kalau si baby ga rewel didudukin di kursi rodanya, kalau rewel tak satupun yang bisa dikerja mandipun tak sempat sampai menunggu suami datang..

Malam berlanjut.. setelah lelah bermain, si baby pengen tidur dan itu pun harus nenen sampai pules, berusaha memberikan kenyamanan bagi baby walaupun punggung terasa pegal..

Menghidangkan makan malam untuk suami…

Dan di saat si suami tertidur pulas entah berapa kali  si istri terbangun karena si baby pengen nenen atau hanya sekedar memperbaiki posisi tidur si baby, memastikan si baby tertidur pulas..

TAK ADA DI HATI INI BERHARAP MENDAPAT BALASAN, karena itu adalah kewajiban dan bahkan hak istri sebagai seorang ibu!

Namun…Saat marah semuanya pudar di mata suami

——

Suamiku.. kenapa diamku kau balas terlalu perih seperti itu…

Anakku… harapan besar agar kau tumbuh sehat dan berumur panjang melebihi usia bundamu, walau tak seberapa nilainya tapi jangan pernah lupakan sayang dan kasih bunda kepadamu…

Amieennnn

 

Apakah wanita itu “Bodoh”??

Jaman begitu maju, manusia semakin aneh kehidupannya, bahkan membuat saya muak untuk bisa meneruskan hidup di jaman yang menurut orang ini modern..
“Mending hidup di jaman batu tapi bahagia” heheh…

Jangan ada yang protes yaa sebelum membaca kutipan saya yang satu ini. Saya menemukannya dari kiriman seorang teman, isinya ungkapan hati seorang istri untuk suaminya…
Kasian banget, dalam hati saya terbesik tanya apakah wanita ini “bodoh” mpe ga bisa bersikap tegas ma suaminya? tapi Jujur saya sulit untuk menahan air mata saya agar tidak keluar.. Eh Tolong membacanya jangan hanya dari satu sudut pandang saja ya, okeh? Kali ja saya yang salah ngatain dia bodoh :)

Baca n simak isi curhatnya, klo ada yang merasa gampang keluarin air mata, mending sediain tissue dech..

——–

Suamiku..
Maaf.. Tadi pagi istrimu ini iseng membuka BBmu, melihat satu persatu messege yg ada, satu yang menarik perhatian adlh isi BBM yg klo ga salh prcakapan itu senin malam jam 11 lewat, pasti suamiku tau apa isi percakapannya, apa lagi pas buka BBMmu percakapan itu yg langsung terbaca, aku sengaja biar suamiku tau aku telah membukanya…

Suamiku..
Sejak engkau mengaku di malam itu, aku terus dihantui berbagai macam rasa yg selalu membuat dada ini sesak.

Aku brusaha ikhlas dan mengerti tapi Janjimu seolah-olah ngambang seperti awan, yg kadang terlihat kokoh namun kadang terbang berlalu bersama angin, hilang..

Apa lagi yg harus istrimu ini lakukan??

Suamiku..
Seandainya engkau ku tanya..
Apakah engkau tdk marah jika teman hidupmu berjanji kepadamu kemudian mengingkari janjinya?..

Apakah engkau tidak sedih jika engkau hidup dgn seseorg yg tiba2 berubah menjadi sosok asing di depanmu?..

Apakah engkau merasa tidak ditipu jika teman hidupmu bilang mencintaimu tapi secara sembunyi2 di membohongimu?..

Apa yg kau rasakan suamiku jika engkau berhubungan intim dgn sesorang yg engkau tau dia telah menodai cintamu?..

Yang kau yakin Bukan hanya sekali tapi berkali-kali (Jlh yg sempat kau ketahui dari yg dia sembunyikan)

Suamiku..
Emosiku hanya bisa membuatku diam, karna aku tidak tau apa yg harus aku lakukan, aku sadar ini mungkin sudah takdirku..
aku hanya bisa menuangkan isi hatiku dalam diary elektrik ini (mo nulis di buku, ga tau buku diaryku hilang entah dimana, hmm..)

Kadang jika sepi ga ada krjaan di kantor aku browsing n membaca artikel2 krn ingin mengetahui lbh jauh ttg sisi lain kehidupanmu, tapi bukan berarti istrimu ini mencari-cari kesalahanmu, tidak suamiku..

Aku hanya pengen tau apa sebab dan apa yang ada dalam pikiran kamu dan “mereka”..

Pernah aku membaca satu artikel dan itu sangat membekas dalam ingatanku..

“Alasan mereka menikah”

Ya! Alasan mereka menikahi wanita yg aku baca ada 2 point :
Yg pertama mereka ingin menutupi perilaku tidak lazim mereka, biar orang lain tau mereka normal, namun tetap saja secara sembunyi-sembunyi asik hidup di “dunia lama” mereka

Yg kedua, mereka sadar perilaku mereka salah, bertaubat dan berusaha utk berubah, slalu menjauhi segala sesuatu yg bisa mendekatkan mrk ke “dunia lama” mrk demi wanita yg dengan usaha pula mereka cintai utk membangun sebuah kluarga harmonis..

Suamiku..
Aku senang sekali membaca artikel itu, berarti aku msh bisa mengantung harapan.. slalu berdoa semoga suamiku termasuk seperti yang diuraikan di point dua..

Jadi ku mohon suamiku, jauhilah hal-hal yg bisa membuatmu terperangkap dalam “dunia lama” itu. Apakah istrimu ini kau rasa belum cukup memberikan seorang anak yg begitu lucunya utk mengalihkanmu dari dunia itu??..

Belum cukupkah kesabaranku kau uji??.. Aku lemah suamiku, istrimu ini takut menghadapi peradilan dunia..

Apakah hanya ajalku yg mampu menghentikan semua ini..

Penyesalan selalu datangnya belakangan suamiku..

Yaa Allah.. Aku takut aku merasa terdjolimi, jgn hukum suamiku hanya karna tulisanku ini, mungkin aku hanya cengeng saja sampai Tangisku tertumpah lagi.. Dadaku begitu sesak dan jariku tak mampu menekan tuts2 BB lagi..

Ttd
Istrimu yg sedang menanti takdir selanjutnya..

——–

Halllooow… ada yang nangis?

Hanya satu alasan kenapa saya mengcopy-paste isi curhatan ini, yakni biar kita semua mendapat pembelajaran sehingga di kehidupan yang katanya modern ini bisa lebih dewasa dan berani mengambil sikap!

Have a nice day broth n sizta :)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Marhaban yaa RAMADHAN

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Sungguh telah menjelang bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Semoga kita mendapat manfaat dan Syafa’atnya… آمِّينَ

Marhaban Ya Ramadhan.. MOHON MAAF LAHIR BATIN Yaa

#Icha, Fendi dan tentunya si kecil Farhan Nugraha Celio Modjo

Well…tetap istiqamah berbisnis lho so simak yg ini ya guys

Tiap hari kita pasti nelpon or SMSan.. nah tu aktifitas perlu Pulsa kan?
biar ga repot ada cara jitu nih buat teman2 ;)

Alihkan Budget Belanja Pulsa Bulanan teman-teman sekalian dengan bergabung bersama Pulsagram, selain dapat pulsanya lebih mudah dan murah, teman-teman bissa dapat bonus pulaa! :)

Gampang kaaan?!!
segera klik or copy paste link ini yaa http://www.pulsagram.com/?id=CN051413

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.